Mengenal pilihan transportasi jamaah di Arab Saudi, dari bus rombongan hingga Kereta Cepat Haramain yang menghubungkan Makkah dan Madinah.
Selama di Arab Saudi, sebagian besar perpindahan jamaah umroh sudah diatur oleh penyelenggara melalui bus rombongan. Bus ber-AC digunakan untuk transfer dari bandara ke hotel, perjalanan antara Makkah dan Madinah, serta ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Karena satu bus membawa satu rombongan, penting untuk selalu mengingat nomor bus, warna, dan ciri khasnya agar tidak tertukar saat parkir bersama puluhan bus lain.
Rute darat Makkah–Madinah menempuh jarak sekitar 450 kilometer dan biasanya ditempuh beberapa jam dengan bus, termasuk istirahat di rest area. Siapkan camilan ringan, air minum, obat pribadi, serta bantal leher agar perjalanan lebih nyaman. Manfaatkan waktu di bus untuk berzikir dan beristirahat karena agenda ibadah menuntut stamina.
Alternatif yang semakin populer adalah Kereta Cepat Haramain (Haramain High Speed Railway). Kereta ini menghubungkan Makkah, Jeddah, King Abdullah Economic City, dan Madinah dengan kecepatan tinggi sehingga perjalanan Makkah–Madinah dapat jauh lebih singkat dibanding jalur darat biasa. Stasiunnya modern, luas, dan dilengkapi fasilitas seperti eskalator, ruang tunggu, serta area salat. Sebagian paket umroh menggunakan kereta ini untuk satu arah agar jamaah merasakan kenyamanan sekaligus menghemat waktu.
Jika perjalanan Anda menggunakan kereta, datanglah lebih awal karena ada pemeriksaan tiket dan bagasi mirip prosedur bandara. Perhatikan batas bagasi yang boleh dibawa ke kabin, simpan tiket (biasanya berbentuk kode batang di ponsel), dan ikuti arahan tour leader mengenai gerbong dan nomor kursi. Setibanya di stasiun tujuan, tetap bergerak bersama rombongan menuju bus yang sudah menanti.
Di dalam kota, jamaah umumnya cukup berjalan kaki dari hotel menuju Masjidil Haram atau Masjid Nabawi karena hotel program biasanya dipilih dekat masjid. Untuk keperluan pribadi di luar jadwal, taksi dan aplikasi transportasi daring tersedia, tetapi sepakati tarif atau pastikan argo menyala sebelum berangkat. Hindari bepergian sendirian ke tempat yang jauh tanpa memberi tahu pembimbing, dan selalu bawa kartu nama hotel berbahasa Arab agar mudah menunjukkan alamat kepada sopir.
Beberapa tips agar transportasi lancar: catat jam kumpul dengan disiplin karena keterlambatan satu orang menghambat seluruh rombongan; kenali titik turun dan titik jemput bus yang kadang berbeda; serta simpan nomor tour leader di ponsel. Bagi lansia atau jamaah dengan keterbatasan gerak, sampaikan kebutuhan kursi roda sejak awal agar petugas dapat menyiapkan bantuan di stasiun maupun bandara.
Bagi yang ingin mencoba Kereta Cepat Haramain secara mandiri, tiket dapat dipesan melalui situs atau aplikasi resmi, dan sebaiknya dibeli jauh hari saat musim ramai karena kursi cepat habis. Datang minimal tiga puluh menit sebelum keberangkatan, perhatikan papan informasi gerbong, serta simpan barang berharga di dekat Anda selama perjalanan. Ketepatan waktu sangat dijaga, sehingga kereta berangkat sesuai jadwal tanpa menunggu penumpang yang terlambat.
Dengan memahami pola transportasi ini, jamaah dapat lebih tenang, hemat tenaga, dan fokus pada ibadah. Kuncinya sederhana: ikuti jadwal, jaga kekompakan rombongan, dan komunikasikan setiap kebutuhan kepada pembimbing.