Mengenal Hijr Ismail dan Keutamaannya

Ibadah Dipublikasikan 20 Oktober 2025

Mengenal Hijr Ismail dan Keutamaannya
Hijr Ismail atau Hatim adalah dinding melengkung di sisi Ka'bah yang sebagian termasuk bagian Ka'bah. Ini sejarah dan keutamaannya.

Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran yang dibatasi dinding rendah melengkung di sisi utara Ka'bah. Dalam bahasa lain ia juga disebut Hatim. Meski berada di luar bangunan Ka'bah yang kita lihat sekarang, sebagian dari area ini sejatinya termasuk bagian Ka'bah menurut fondasi yang dibangun Nabi Ibrahim.

Diriwayatkan bahwa ketika kaum Quraisy membangun kembali Ka'bah menjelang masa kenabian, dana yang halal tidak mencukupi untuk membangun seluruh fondasi Ibrahim. Akibatnya, sebagian sisi Ka'bah tidak jadi dimasukkan ke dalam bangunan dan ditandai dengan dinding melengkung yang kini dikenal sebagai Hijr Ismail. Karena itulah para ulama menegaskan bahwa sebagian Hijr merupakan bagian Ka'bah.

Konsekuensi penting dari hal ini adalah pada tawaf. Jamaah yang bertawaf wajib mengelilingi Hijr Ismail dari luar dindingnya, bukan memotong melewati bagian dalamnya. Jika seseorang masuk dan melewati bagian dalam Hijr saat tawaf, putaran tawafnya tidak sah karena ia tidak mengelilingi seluruh Ka'bah.

Keutamaan lain, salat di dalam Hijr Ismail dinilai seperti salat di dalam Ka'bah. Dalam sebuah riwayat, ketika Aisyah ingin salat di dalam Ka'bah, Rasulullah SAW menunjukkan Hijr dan bersabda bahwa ia termasuk bagian Ka'bah, sehingga cukup salat di sana. Inilah sebabnya banyak jamaah berusaha salat sunnah dua rakaat di dalam Hijr bila keadaan memungkinkan.

Namun perlu diperhatikan bahwa area Hijr sering sangat padat. Bila Anda ingin salat di dalamnya, tunggulah waktu yang lebih lapang, jangan memaksa masuk hingga berdesakan atau melangkahi orang yang sedang sujud. Utamakan keselamatan dan kenyamanan sesama jamaah, karena menyakiti orang lain tidak sejalan dengan nilai ibadah.

Perlu ditegaskan pula, keutamaan Hijr Ismail bukan karena batunya, melainkan karena statusnya sebagai bagian Ka'bah dan tempat yang dimuliakan Allah. Tidak dianjurkan mengusap atau mencari berkah dari dindingnya dengan cara yang tidak diajarkan.

Mengenal Hijr Ismail membantu jamaah memahami sejarah Ka'bah sekaligus melaksanakan tawaf dengan benar. Dengan pengetahuan ini, ibadah Anda menjadi lebih sadar, tertib, dan sesuai tuntunan, sehingga setiap langkah di sekitar Baitullah terasa lebih bermakna.

Di atas Hijr Ismail terdapat Mizab ar-Rahmah, yaitu talang atau pancuran yang mengalirkan air hujan dari atap Ka'bah ke dalam area Hijr. Talang ini menjadi salah satu bagian Ka'bah yang dikenal jamaah, meski tentu saja tidak boleh dijadikan objek pengkultusan.

Bagi jamaah, mengenali Hijr Ismail juga menjadi pengingat akan sejarah panjang Ka'bah yang dibangun kembali beberapa kali sepanjang masa, mulai dari Nabi Ibrahim, kaum Quraisy, hingga renovasi pada masa Islam. Semua itu menegaskan bahwa Ka'bah adalah kiblat yang menyatukan umat Islam sedunia. Ketika berada di dekat Hijr, sempatkan merenungi betapa agungnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia ini. Perbanyak doa dan zikir, namun tetap dahulukan ketertiban serta keselamatan jamaah lain, sebab itulah cerminan akhlak seorang tamu Allah yang sejati.

Bagikan: WhatsApp Kembali
Artikel

Artikel Lainnya

Siap Menunaikan Ibadah Bersama Kami?

Konsultasikan rencana keberangkatan Anda — gratis, tanpa ikatan.

WhatsApp