Ragam oleh-oleh khas Makkah dan Madinah, cara menawar yang sopan, serta tips berbelanja hemat tanpa mengganggu jadwal ibadah.
Membawa oleh-oleh dari tanah suci adalah tradisi yang membahagiakan keluarga dan sahabat di rumah. Namun, belanja sebaiknya ditempatkan sebagai kegiatan sampingan, bukan tujuan utama. Aturlah waktu berbelanja pada jeda yang tidak mengganggu jadwal ibadah, dan tetap prioritaskan salat berjamaah serta amalan di masjid.
Oleh-oleh paling khas dari tanah suci adalah kurma dengan berbagai jenis, mulai dari ajwa, sukkari, hingga medjool. Selain kurma, ada air zamzam, cokelat, kacang-kacangan, madu, kismis, serta rempah dan teh khas Arab. Untuk buah tangan bernuansa ibadah, tersedia sajadah, tasbih, mukena, peci, parfum non-alkohol, hingga Al-Qur'an dan buku doa.
Tempat belanja tersebar di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pasar dan toko kecil. Pasar tradisional biasanya menawarkan harga lebih miring dan bisa ditawar, sementara pusat perbelanjaan memasang harga pas. Bandingkan harga di beberapa toko sebelum membeli dalam jumlah banyak agar tidak menyesal.
Menawar adalah hal yang lazim di toko-toko kecil dan pasar. Lakukan dengan sopan, tersenyum, dan tidak memaksa. Sebutkan harga yang wajar, dan bila tidak cocok, ucapkan terima kasih lalu berlalu dengan baik. Belajar beberapa kata sederhana dalam bahasa Arab seperti "kam" (berapa) dapat mencairkan suasana. Ingat, akhlak yang baik jauh lebih berharga daripada selisih harga.
Agar hemat, buat daftar oleh-oleh sebelum berangkat dan tetapkan anggaran. Membeli dalam jumlah banyak sekaligus (grosir) sering lebih murah, dan Anda bisa patungan dengan teman sekamar. Perhatikan pula kualitas: periksa tanggal kedaluwarsa makanan dan keaslian barang. Hindari tergoda membeli barang yang tidak diperlukan hanya karena tampak murah.
Perhatikan kapasitas dan berat bagasi. Maskapai menetapkan batas berat, dan kelebihan bagasi dikenai biaya yang tidak murah. Kurma dan zamzam cukup berat, jadi timbang perkiraan bawaan Anda. Sebagian penyelenggara memberi jatah air zamzam, sehingga Anda tidak perlu membeli terpisah. Kemas barang pecah belah dengan aman dan pisahkan cairan sesuai aturan penerbangan.
Bijaklah pula dalam mengelola waktu belanja agar tidak menyita kesempatan beribadah yang mungkin tak terulang. Banyak jamaah menyesal karena terlalu sibuk berbelanja hingga kehilangan waktu berharga di depan Ka'bah atau di Raudhah. Tetapkan sesi belanja singkat, misalnya sepulang dari masjid, dan tahan keinginan berbelanja berlebihan. Ingatlah bahwa oleh-oleh terbaik dari tanah suci adalah perubahan diri menjadi lebih baik, bukan sekadar barang bawaan. Sebelum membeli, tanyakan pula kepada pembimbing mengenai toko yang tepercaya dan harga yang wajar agar Anda terhindar dari harga yang terlalu tinggi.
Terakhir, jaga barang belanjaan dan dompet Anda di tengah keramaian, serta simpan struk bila perlu. Belanjalah dengan tenang, tidak terburu-buru, dan tidak berlebihan. Dengan perencanaan yang baik, Anda dapat membawa pulang kenang-kenangan bermakna tanpa mengorbankan kekhusyukan ibadah maupun kenyamanan perjalanan pulang.