Rukun Umroh Lengkap dan Urutannya

Ibadah Dipublikasikan 5 September 2025

Rukun Umroh Lengkap dan Urutannya
Mengenal lima rukun umroh — ihram, tawaf, sai, tahallul, dan tertib — beserta urutannya agar ibadah sah dan sempurna.

Umroh adalah ibadah yang memiliki rangkaian amalan tertentu. Sebagian amalan tersebut berstatus rukun, yaitu bagian pokok yang bila ditinggalkan menyebabkan umroh tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan denda. Karena itu, memahami rukun umroh sejak dari tanah air sangat membantu jamaah menjalankan ibadah dengan tertib dan tenang.

Dalam pandangan yang masyhur di kalangan ulama mazhab Syafi'i, rukun umroh berjumlah lima: ihram disertai niat, tawaf mengelilingi Ka'bah, sai antara Shafa dan Marwah, tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut, serta tertib dalam pelaksanaannya. Kelima hal ini harus dikerjakan dan tidak bisa diganti hanya dengan membayar dam.

Rukun pertama adalah ihram yang diawali dengan niat memasuki ibadah umroh. Niat inilah yang membedakan sekadar perjalanan biasa dengan ibadah. Ihram dimulai dari batas tempat yang disebut miqat, dan sejak saat itu jamaah terikat dengan sejumlah larangan ihram.

Rukun kedua adalah tawaf, yakni mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dimulai dan diakhiri dari arah Hajar Aswad, dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri. Tawaf dilakukan dalam keadaan suci dan menutup aurat.

Rukun ketiga adalah sai, berjalan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Ibadah ini mengenang perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Nabi Ismail.

Rukun keempat adalah tahallul, yaitu mencukur (halq) atau memendekkan (taqshir) rambut sebagai tanda selesainya rangkaian ibadah dan lepasnya jamaah dari status ihram. Bagi laki-laki, mencukur habis lebih utama, sedangkan perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari.

Rukun kelima adalah tertib, yaitu mengerjakan seluruh rukun sesuai urutannya: ihram lebih dahulu, kemudian tawaf, lalu sai, dan diakhiri tahallul. Urutan ini tidak boleh dibolak-balik.

Selain rukun, umroh juga memiliki amalan wajib dan sunnah. Amalan wajib bila ditinggalkan tidak membatalkan umroh, tetapi menuntut dam sebagai gantinya. Adapun amalan sunnah bila ditinggalkan tidak berkonsekuensi apa pun, hanya mengurangi kesempurnaan pahala.

Dengan memahami kelima rukun dan urutannya, jamaah dapat menjalankan umroh secara sadar, bukan sekadar mengikuti rombongan. Sebaiknya setiap jamaah juga mengikuti bimbingan manasik sebelum berangkat agar praktik di lapangan sesuai dengan tuntunan yang benar.

Bagikan: WhatsApp Kembali
Artikel

Artikel Lainnya

Siap Menunaikan Ibadah Bersama Kami?

Konsultasikan rencana keberangkatan Anda — gratis, tanpa ikatan.

WhatsApp