Sa'i Antara Shafa dan Marwah: Makna dan Tata Cara

Ibadah Dipublikasikan 27 November 2025

Sa'i Antara Shafa dan Marwah: Makna dan Tata Cara
Kisah di balik sai, cara menghitung tujuh perjalanan antara Shafa dan Marwah, serta sunnah-sunnahnya.

Sa'i adalah rukun umroh yang dilakukan setelah tawaf, yaitu berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Kedua bukit ini kini berada di dalam kompleks Masjidil Haram, terhubung oleh lorong panjang yang nyaman dilalui jamaah.

Di balik sai terdapat kisah yang menyentuh, yaitu perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim. Ketika ditinggal di lembah tandus Makkah bersama putranya, Nabi Ismail yang masih bayi, ia berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah mencari air dan pertolongan. Dari kesungguhan dan tawakalnya, Allah memancarkan air zamzam yang terus mengalir hingga hari ini.

Karena itu, sai bukan sekadar berjalan, melainkan mengenang keteguhan, kesabaran, dan tawakal seorang ibu. Jamaah yang memahami maknanya akan menjalankan sai dengan hati yang hidup, bukan sekadar memenuhi hitungan langkah.

Sai dimulai dari Bukit Shafa. Sebelum memulai, jamaah disunnahkan menghadap Ka'bah dan berdoa. Kemudian ia berjalan menuju Marwah; perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali. Selanjutnya dari Marwah kembali ke Shafa dihitung kali kedua, dan seterusnya, hingga genap tujuh kali dan berakhir di Marwah.

Bagi laki-laki, terdapat sunnah berlari kecil di antara dua tanda yang biasanya ditandai dengan lampu hijau. Bagian ini mengenang tempat Siti Hajar mempercepat langkahnya. Adapun perempuan berjalan biasa tanpa berlari. Di sepanjang perjalanan, jamaah dianjurkan berzikir dan berdoa sesuai keinginan.

Sama seperti tawaf, tidak ada doa khusus yang wajib dibaca pada setiap perjalanan sai. Jamaah bebas memanjatkan doa apa pun yang baik. Namun disunnahkan membaca ayat yang menyebut Shafa dan Marwah sebagai bagian dari syiar Allah ketika hendak memulai, sebagaimana dituntunkan.

Sai tidak mensyaratkan keadaan suci dari hadas seperti tawaf, sehingga jamaah yang batal wudhu di tengah sai tetap dapat melanjutkannya. Meski demikian, tetap dalam keadaan suci lebih utama dan lebih menjaga kekhusyukan.

Setelah menyelesaikan tujuh perjalanan dan sampai di Marwah, rangkaian sai pun selesai. Jamaah kemudian bersiap menuju amalan berikutnya, yaitu tahallul, yang menandai selesainya seluruh rangkaian ibadah umroh.

Bagikan: WhatsApp Kembali
Artikel

Artikel Lainnya

Siap Menunaikan Ibadah Bersama Kami?

Konsultasikan rencana keberangkatan Anda — gratis, tanpa ikatan.

WhatsApp