Panduan berihram sejak persiapan di miqat, mengenakan kain ihram, niat umroh, hingga membaca talbiyah.
Ihram adalah pintu masuk ibadah umroh. Ia bukan sekadar mengenakan pakaian putih, melainkan niat untuk memulai ibadah disertai kesiapan menjaga sejumlah larangan. Karena itu, memahami tata cara ihram dengan benar menjadi bekal penting bagi setiap jamaah.
Sebelum berihram, jamaah dianjurkan melakukan beberapa amalan sunnah. Di antaranya mandi seperti mandi besar, membersihkan diri, merapikan kuku dan rambut, serta memakai wangi-wangian pada badan sebelum mengenakan kain ihram. Bagi laki-laki, wewangian boleh dikenakan pada tubuh sebelum niat, bukan pada kain ihramnya.
Pakaian ihram bagi laki-laki terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan: satu dililitkan di bagian bawah tubuh (izar) dan satu disampirkan di bahu (rida'). Laki-laki tidak diperbolehkan menutup kepala dan mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh. Adapun perempuan tetap mengenakan pakaian biasa yang menutup aurat, tanpa menutup wajah dengan cadar yang menempel dan tanpa sarung tangan.
Setelah bersiap, disunnahkan mengerjakan salat sunnah dua rakaat sebelum berihram bila memungkinkan. Kemudian jamaah berniat memasuki ibadah umroh. Niat inilah inti dari ihram, dan tempat memulainya adalah miqat.
Lafaz niat umroh yang masyhur diucapkan adalah 'Labbaika 'umratan', yang bermakna aku memenuhi panggilan-Mu untuk berumroh. Yang terpenting, niat tertanam di dalam hati untuk mengerjakan umroh karena Allah, sedangkan pelafalan dengan lisan bersifat membantu menghadirkan niat tersebut.
Setelah berniat, jamaah mulai membaca talbiyah, kalimat yang menjadi ciri khas orang yang berihram. Talbiyah diucapkan berulang-ulang sepanjang perjalanan menuju Makkah, terutama ketika berpindah keadaan atau bertemu rombongan lain, hingga jamaah mulai melakukan tawaf.
Sejak niat ihram diucapkan, jamaah resmi memasuki keadaan berihram dan terikat dengan larangan-larangannya. Karena itu, sangat dianjurkan memastikan seluruh keperluan sudah siap sebelum berniat, agar tidak perlu melakukan hal-hal yang justru termasuk larangan setelah berihram.
Menjalankan ihram dengan tenang dan penuh kesadaran akan membantu jamaah merasakan makna sesungguhnya: melepas atribut duniawi, menyamakan diri dengan seluruh jamaah lain dalam kain putih sederhana, dan menghadirkan hati sepenuhnya untuk memenuhi panggilan Allah.