Tips memilih makanan halal, mengenal hidangan khas Arab, serta menjaga pola makan agar tubuh tetap bugar selama beribadah.
Menjaga konsumsi selama umroh bukan sekadar soal kenyang, melainkan menjaga stamina agar ibadah dapat dijalankan dengan maksimal. Kabar baiknya, di Arab Saudi hampir seluruh makanan yang dijual halal, sehingga jamaah tidak perlu khawatir berlebihan. Meski demikian, tetap bijak memilih tempat makan yang bersih dan makanan yang cocok dengan kondisi tubuh.
Sebagian besar paket umroh menyediakan makan tiga kali sehari dengan menu bernuansa Indonesia agar lidah jamaah tidak kaget. Manfaatkan jadwal makan ini dengan disiplin karena melewatkan makan dapat membuat tubuh lemas saat beribadah. Jika ingin mencoba hidangan lokal, ada banyak pilihan seperti nasi kabsah atau mandi berbumbu rempah, roti, ayam panggang, serta kurma yang menjadi ciri khas.
Perhatikan kebersihan dan kesegaran makanan, terutama saat membeli di luar. Pilih makanan yang baru dimasak dan disajikan panas, hindari makanan yang sudah lama terbuka. Cuci tangan sebelum makan atau gunakan pembersih tangan. Bagi yang memiliki lambung sensitif, berhati-hatilah dengan makanan yang terlalu berminyak atau pedas agar tidak mengganggu ibadah.
Air minum sangat penting di iklim kering. Perbanyak minum air putih dan air zamzam yang tersedia melimpah di area masjid, tetapi jangan menunggu haus baru minum. Kurangi minuman berkafein dan bersoda yang justru mempercepat dehidrasi. Bawa botol minum agar mudah mengisi ulang saat berada di masjid.
Buah dan sayur membantu menjaga pencernaan tetap lancar. Perubahan pola makan dan cuaca kadang menyebabkan sembelit, sehingga konsumsi serat, kurma, dan cukup air sangat dianjurkan. Bawa camilan sehat seperti biskuit, kurma, atau kacang untuk menjaga energi di sela kegiatan yang padat.
Bagi jamaah dengan kondisi khusus seperti diabetes, hipertensi, atau alergi makanan, tetap patuhi anjuran diet dan bawa persediaan makanan yang sesuai. Sampaikan kebutuhan khusus kepada pembimbing agar dapat dibantu. Jangan lupa membawa obat pribadi dan mengonsumsinya tepat waktu meski jadwal ibadah padat.
Kenali pula waktu makan yang tepat di sela ibadah agar tubuh selalu berenergi. Sarapan sebelum ke masjid membantu Anda kuat menjalani rangkaian ibadah pagi, sementara makan malam sebaiknya tidak terlalu larut agar tidur lebih nyenyak. Jika membeli makanan di restoran cepat saji atau gerai lokal, pilih yang ramai pengunjung sebagai tanda perputaran makanan cepat dan segar. Simpan camilan di dalam tas kecil sebagai cadangan energi saat jadwal padat atau tertunda.
Terakhir, makanlah secukupnya dan hindari berlebihan. Porsi yang terlalu banyak membuat tubuh cepat mengantuk dan berat untuk beribadah, sementara terlalu sedikit membuat lemas. Syukuri setiap hidangan, mulai dengan doa, dan jadikan menjaga konsumsi sebagai bagian dari ikhtiar merawat amanah tubuh selama menunaikan ibadah di tanah suci.