Makna Talbiyah dan Waktu Membacanya

Ibadah Dipublikasikan 20 Juni 2026

Makna Talbiyah dan Waktu Membacanya
Talbiyah adalah ikrar memenuhi panggilan Allah. Pahami makna, lafal, serta kapan mulai dan berhenti membacanya saat umroh dan haji.

Talbiyah adalah kalimat yang dikumandangkan oleh jamaah umroh dan haji sebagai tanda memenuhi panggilan Allah untuk berhaji atau berumroh. Lafalnya yang masyhur berbunyi: "Labbaik Allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak". Artinya kurang lebih: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu".

Makna talbiyah sangat dalam. Kalimat ini adalah pernyataan kesiapan seorang hamba untuk tunduk dan taat kepada perintah Allah. Di dalamnya terkandung pengakuan tauhid, yaitu bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan tidak memiliki sekutu. Talbiyah juga mengandung pujian, pengakuan atas segala nikmat, serta pengakuan bahwa seluruh kerajaan langit dan bumi hanya milik Allah. Dengan mengucapkannya, jamaah menyadari betapa kecil dirinya di hadapan keagungan Sang Pencipta.

Talbiyah mulai dibaca ketika jamaah berihram dan berniat umroh atau haji di miqat. Sejak saat itulah seseorang resmi memasuki keadaan ihram dengan segala larangannya. Talbiyah kemudian diucapkan berulang-ulang sepanjang perjalanan: saat naik dan turun kendaraan, ketika bertemu rombongan lain, di waktu pagi dan petang, serta setiap kali teringat kepada Allah.

Untuk ibadah umroh, talbiyah terus dibaca hingga jamaah tiba di Masjidil Haram dan hendak memulai tawaf. Ketika mulai menyentuh atau mengisyaratkan tangan ke Hajar Aswad pada awal tawaf, bacaan talbiyah dihentikan. Adapun dalam ibadah haji, talbiyah dibaca lebih panjang, umumnya hingga melempar jumrah Aqabah pada hari raya kurban.

Beberapa adab dianjurkan dalam membaca talbiyah. Bagi laki-laki, disunnahkan mengeraskan suara saat mengucapkannya, sedangkan perempuan cukup dengan suara pelan sekadar terdengar oleh dirinya. Ucapkanlah dengan penuh penghayatan, bukan sekadar hafalan yang meluncur di lisan. Rasakan bahwa Anda sedang menjawab panggilan Allah dari tempat yang jauh, dengan hati yang penuh harap dan cinta.

Talbiyah bukan sekadar syarat administratif ibadah, melainkan ruh yang menyertai perjalanan seorang hamba menuju Baitullah. Dengan memahami makna dan waktu membacanya, jamaah dapat menghayati setiap lantunan talbiyah sebagai ikrar ketaatan yang memperbarui niat dan menguatkan kekhusyukan sepanjang ibadah umroh maupun haji.

Memperbanyak talbiyah merupakan salah satu tanda kesungguhan seorang jamaah. Para ulama menyebutkan bahwa mengangkat suara dengan talbiyah bagi laki-laki termasuk syiar ibadah haji dan umroh yang dianjurkan, sebagai bentuk pengagungan terhadap Allah dan penyemangat sesama jamaah.

Setelah mengucapkan talbiyah, dituntunkan pula untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW, lalu memohon kepada Allah ridha dan surga-Nya serta berlindung dari api neraka. Dengan demikian, talbiyah tidak berdiri sendiri, tetapi dirangkai dengan doa dan shalawat yang menyempurnakan penghambaan.

Bagi jamaah Indonesia yang bahasa kesehariannya bukan bahasa Arab, sangat dianjurkan untuk mempelajari lafal dan makna talbiyah sejak dari tanah air melalui manasik. Dengan memahami artinya, setiap kali talbiyah dilantunkan, hati ikut hadir merasakan bahwa ia benar-benar sedang menyambut panggilan Allah. Inilah yang menjadikan perjalanan umroh dan haji bukan sekadar rangkaian gerakan, melainkan perjalanan ruhani yang mengubah dan memperbaiki diri.

Bagikan: WhatsApp Kembali
Artikel

Artikel Lainnya

Siap Menunaikan Ibadah Bersama Kami?

Konsultasikan rencana keberangkatan Anda — gratis, tanpa ikatan.

WhatsApp